Matantimali
15, Feb 2024
Matantimali, Sulawesi Tengah Salah Satu Lokasi Paralayang Terbaik di Asia
Wisata Ekstrim – Salah satu lokasi paralayang terbaik yang ada di Indonesia yaitu berlokasi di Sulawesi Tengah. Tepatnya di Desa Wayu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi. Wisata Paralayang Matantimali kini jadi wisata favorit.
Bahkan sejak awal tahun, wisata yang dinobatkan sebagai salah satu lokasi paralayang terbaik di Asia ini ramai pengunjung. Sayangnya olahraga terbang bebas dengan menggunakan parasut di Matantimali tidak selalu ada. Pascabencana, khusus paralayang off sementara waktu meskipun begitu, tidak mengurangi jumlah pengunjung yang datang. ke tempat wisata tersebut. Sejak itulah pengunjung yang datang tujuannya hanya untuk menghabiskan akhir pekan saja.
“Terakhir kan waktu kegiatan Palu Nomoni dan rencananya akan ada paralayang, tapi batal karena bencana,” kata Moh Rizal penjaga keamanan Wisata Paralayang Matantimali.
Pemerintah pun berupaya melakukan perbaikan infrastruktur di lokasi wisata maupun akses jalan menuju lokasi wisata ini. Meskipun belum 100 persen mengalami perbaikan, setidaknya sudah nampak keseriusan pemerintah dalam mengembangkan wisata Paralayang Matantimali ini.
“Jalan pelan-pelan diperbaiki dan sudah ada fasilitas-fasilitas umum yang disediakan supaya pengunjung tidak kesulitan berada lebih lama di Paralayang Matantimali,” ujar Rizal.
Selain memiliki spot foto yang bagus dengan pemandangan gunung, awan dan Kota Palu dari ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, wisata Paralayang Matantimali kini menjadii semakin ramai pengunjung. Bahkan, di akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019, jumlah pengunjung meningkat. Untuk bisa menikmati keindahan alam di Kabupaten Sigi dengan pemandangan Kota Palu, pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp10.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp20.000 untuk kendaraan roda empat. Sementara itu untuk biaya menginap bagi pengunjung yang ingin bermalam, pengunjung hanya dibebankan biaya Rp35.000 per malam beserta biaya parkir.
“Bisa menikmati pemandangan dan bisa foto-foto tanpa harus bayar mahal kan. Dana-dana itu juga digunakan untuk keamanan, kebersihan dan masuk ke pengelolaan pengembangan tempat wisata,” kata Rizal.
Sayangnya, tidak semua pengunjung nyaman datang ke wisata Paralayang Matantimali. Menurut Agung (30) pengunjung asal Manado, Sulawesi Utara ini masih ada beberapa fasilitas umum yang tidak bisa berfungsi dengan baik. Salah satunya adalah toilet umum.
“Air sangat kurang dan kebersihan pengunjung kurang dijaga,” katanya.
Agung mengatakan, sebaiknya ada orang yang ditugaskan untuk mengontrol pengunjung agar bisa menjaga kebersihan dan menjaga fasilitas umum yang telah disediakan.
“Kan kalau bersih yah pengunjung betah juga. Saya perhatikan banyak pengunjung yang tidak menjaga kebersihan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *